Masa SMA itu sudah pasti merupakan momen yang ga bisa dilupakan yaa. Banyak main-main, ketawa-ketawa, tapi sedikit belajar. (ups, ketawan deh, haha). Tapi pernah kepikiran ga sih, kalo momen yang paling penting itu ada di masa transisi menuju perguruan tinggi. Hemm, mungkin cerita yang ini bisa menggambarkan betapa berjuangnya saya masuk UI! (haha, lebai)

Oke, untuk teman-teman ketahui, saya dari kecil itu memang bercita-cita jadi dokter. (yaiyalah, anak kecil kalo ditanyain satu-satu juga kebanyakan pengennya jadi dokter,haha). Sampe sebegitu ngototnya saya hingga ketika pertama menjejakkan kaki di SMA, saya sudah punya long term objective, “setelah lulus gw harus bisa jadi dokter!” Begitu kata saya, dengan semangat yang tinggi, tangan terkepal meninju ke udara, dan mata berbinar-binar. (hehe, engga kok,kalimat terakhir  yang tadi itu bercanda) ;p

Singkat kata, dikelas 3 SMA saya bener-bener berjuang buat masuk kuliah di UI. Segala daya upaya dikerahkan, masuk bimbel dan lain sebagainya. Tapi sampe sekarang betulnya saya ga habis pikir, kenapa yaa anak-anak SMA pada berjuang mati-matian buat masuk kuliah, padahal kuliah kan capek, banyak tugas, pulang malem, dan lain sebagainya. (ini bukan usaha brainwashing lho ya, tp emang keluar dari dalam hati, haha)

Tapi satu yang ada di otak saya. “Gw mau jadi dokter!” . Dan sudah pasti kalo bicara fakultas kedokteran, FKUI pasti target utamanya kan? Dan usaha pertama menjebol FKUI pun saya lakukan, diprogram PMDK. Betapa beruntungnya saya jadi salah satu siswa yang dapet kesempatan untuk dapet formulir PMDK. Dan sudah pasti saya tidak sia-siakan, dengan memilih FKUI sebagai targetnya. Pada saat itu, guru BP saya sudah memberi peringatan. Mengingat nilai saya bukanlah yang paling tinggi diantara teman-teman lain, dan dari 10 pemegang formulir PMDK IPA, ada sekitar 6-7 orang yang milih FKUI. Wow, logikanya saya sudah pasti ga dapet tuh, tapi entah kenapa saya nekat aja. Sampai waktu yang akhirnya menjawab, kalo emang saya ditakdirkan GA DAPET! Haah, itu kegagalan pertama saya menjebol FKUI. Tapi itu tak membuat semangat saya pupus, karena di depan masih ada kesempatan UMB dan SNMPTN yang terbuka lebar.

Kesempatan kedua : UMB! Dengan yakin saya memilih FKUI di pilihan pertama, tp bodohnya saya belum kepikiran pilihan keduanya apa? Dengan asas kesotoyan, saya akhirnya berencana milih FKM dipilihan kedua. Saat itu alesannya karena FKM kan mirip-mirip tuh sm FK, sama-sama tentang kesehatan, cuma beda satu huruf pula, FK itu kan FKM tanpa huruf ‘M’, haha. (seriusan, itu alesan saya saat itu, agak bodoh emang, tapi ya emang begitu keadaannya gimana dong?).  ;p

Sampe akhirnya ada seorang temen saya ALIF (yang tidak perlu dikasih tau namanya) ngasih saran untuk masuk Teknik. Pertama kali di pikiran saya, teknik itu kan identik dengan fisika yaa, padahal nilai fisika saya juga ga bagus-bagus amat, jadi langsung aja saya tolak sarannya. Dengan alasan, “teknik banyak fisikanya ahh. Gamau gw! Dari dulu gw juga ga kepikiran masuk teknik”. Temen saya itu malah ketawa-ketawa pas denger alesan saya tadi. Trus dia bilang lagi, “Masuk Teknik Industri aja! Fisikanya dikit, seriusan!”.  Melihat aura kejujuran yang terpancar dari mukanya,tanpa pikir panjang saya ikuti aja kata dia, tanpa bertanya berapa passing gradenya atau belajarnya tentang apa? Soalnya itu pas detik-detik terakhir pengumpulan formulir.

Singkat kata kegagalan saya pun berulang dipengumuman UMB. Saya (lagi-lagi) GA MASUK FK! Huaa.. T.T . Tapi ternyata yang masuk malah teknik industri. Tambah galau lah saya, ga tau tentang apa teknik industri, malah dapetnya itu. Setelah berpikir agak lama dan sempet juga mau ngelepas TI, akhirnya saya pun memutuskan lanjutin aja disini. Dengan pengetahuan yang minim tentang TI, saya agak nekat masuk kuliah. Masih belum tau apa-apa di awal-awal kuliah, tapi untungnya ada masa orientasi mahasiswa (yang lebih dikenal dengan PPAM), yang bikin saya lebih tahu tentang apa teknik industri.

Setelah diawali dengan pengetahuan yang minim, seiring berjalannya waktu saya mulai mengerti seluk beluk TI. Dan kini sampai di tahun ketiga saya berada di TI, ternyata tak ada sedikit pun rasa menyesal karena pernah memutuskan memilih TI dan tidak meneruskan memperjuangkan FK. Rupanya disini saya benar-benar belajar tentang hal yang baru. Tentang berpikir secara sistematis, dan memandang sesuatu bukan dari sudut tertentu saja. Dan saya pun mulai merasakan ‘nikmatnya’ kuliah di TI sejak semester kedua. Walaupun saat itu sudah mulai agak sibuk dengan banyak tugas, namun disanalah letak historisnya. Tak bisa saya gambarkan terperinci tentang kuliah di TI, namun Insya Allah kalian tidak akan menyesal dengan berkuliah di sini. Dan sekarang saya sudah mulai menapaki semester 5, mohon doanya juga semoga saya senantiasa diberikan kemudahan dalam menjalaninya hingga lulus nanti yaa. Amin!

Selamat datang semester 5! Kami menyambutmu dengan senang hati dan gembira! Haha.. =D


– Citra Prana Paramita (@citraprana)

Advertisements