425616_3426601834761_1561768090_4870009_209206205_n

Suatu hari di Ergo, Sofrida bilang kalau selama ini aku dan dia belum pernah ikut lomba bareng. Oleh karena itu, pas dia dapet info lomba Hult, dia langsung ajak aku buat ikutan. Aku masih ingat betul, waktu itu jam 7an malem pas lagi ngerjain tugas di kosan Ditha, Sofrida tiba2 telpon untuk tawarin ikutan lomba ini. Bahkan waktu dia telpon, dia masih bingung anggota tim yang mau diajak siapa ajah. Alhasil tercetuslah untuk masukin nama Gerry, Qi dan Elfan, karena pertimbangan masing2 bidang yang dilombakan rada mirip sama jurusan mereka. Dan yang mengagetkan adalah ternyata deadline pengumpulannya hari itu pukul 12pm waktu setempat. Mendengar kabar itu, langsung caps lah aku ke kosan buat siap2in CV. Karena waktu itu orang yang bisa dihubungin cuma Qi, dan dia pun bilang kalau CV dia ga bagus-bagus amat & ga pernah ikut lomba2an, cowo-cowo bertiga itu akhirnya kita bikinin dah CVnya. Si Sof bikin punya Gerry & Qi, aku bikinin punya Elfan. Dengan sistem mengarang kebut itu, akhirnya kita kirim deh CV tim kita dan memilih Shanghai sebagai tempat pilihan lomba (karena pertimbangan Shanghai yang paling deket, dan kalo jauh-jauh takut budgetnya mahal kalo lolos, hehe)

Bulan-bulan berselang, Hult tidak juga ada kabarnya. Waktu itu aku, Sof dan Qi juga pernah ikut nyoba untuk masukin proposal Tanoto, tapi sayangnya gagal. Ketiadaan informasi Hult akhirnya membuat kita gak pay attention ke pengumuman, dan bahkan sempet lupa kalo kita pernah ikut lomba itu. Sampai akhirnya tiba-tiba ada email yang judulnya “Congratulation, Shanghai!”. Spontan Sofrida waktu itu telpon dan suruh aku cek email juga, dan benar aja ternyata ada. Kita baca dengan seksama, dan agak-agak gak percaya kalo itu beneran tim kita lolos. Pengumuman itu sebetulnya bikin kita setim bener2 gak percaya, apa ini beneran apa hoax. Bahkan Gerry sempet bilang itu email masuknya ke Spam, jadi bisa jadi hoax, haha. Akhirnya dengan pencarian ke berbagai informasi, kita menyakini bahwa info tersebut benar dan kita lolos ke Shanghai (tapi bayar sendiri). PR itulah yang kemudian jadi agenda panjang kita mempersiapkan keberangkatan.

Persiapan keberangkatan sebetulnya cukup berat bagi aku pribadi, terlebih banyak ditinggal Qi konsol ke Jogja, Elfan & Gerry ke Bali, akhirnya yang full effort ya cuma aku dan Sof. Belum lagi persiapan bukan cuma tentang ide lomba aja, tapi nyari dana ke sponsor juga bikin pusing, dan akhirnya kita sewa Marketer untuk bantu kita. Cukup banyak konflik sih yang aku rasain ketika itu, karena 1 dan lain hal. Tapi puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kemudahan, akhirnya dengan kerja keras kita cari sponsor, Alhamdulillah kita berangkat juga di Shanghai.

Perjalanan ke Shanghai pun agak lucu sih menurut aku, mulai dari tragedi Sof abis Danone langsung ke Shanghai, dan anak2 cowo itu yang aku ungsiin ke rumah Bude biar bisa latian presentasi dan berangkat bareng supaya gak ketinggalan pesawat. Belum lagi aku dan 3 cowo itu malem sebelumnya belanja bekal kita dulu di TipTop, dan yang heboh macam ibu-ibu malah mereka, bukan aku. =_=”

Singkat cerita akhirnya kita berangkat ke Shanghai pake SQ jam 10 pagi, transit di Singapore agak lama dan baru sampai di Shanghai sekitar jam 10 malem. Saat menginjakkan kaki di bandara Pudong, kita langsung hubungi Stanley untuk minta arahan naik Taksi ke hotel. Setelah dapet taxi dan keluar bandara, kita baru sadar kalo udara dinginnya super duper, 5 derajat. Banyak kejadian kocak waktu itu: mulai dari ibu-ibu Cina yang telpon sambil marah-marah di bandara sampe kita bengong ngeliatin, Gerry yang salah masuk ke pintu supir taksi, dan akhirnya kita tiba di FX Hotel sekitar jam 12 malem. Dan kejadian kocak pun hadir kembali. (to be continued di Part 2) 😀

Advertisements