Pagi itu seperti biasa, kami pergi ke Masjid pagi-pagi sebelum Subuh untuk menunaikan Shalat Tahajjud. Hari itu agendanya adalah city tour Makkah sambil mampir ambil Miqat ke Masjid Ji’ronah untuk umroh kedua. Setelah shalat subuh dan sarapan, kami pun berkumpul di lobby sekitar pukul 7 pagi. Kami berangkat serombongan dengan bus menuju beberapa tempat, diantaranya Jabal Tsur, Jabal Nur, Jabal Rahmah, Arafah, Mina, Muzdhalifah dan terakhir Masjid Ji’ronah. Diantara tempat-tempat tersebut, ada satu tempat yang juga dari dulu kepengen banget saya datangi deh, apa hayo? Ada yang bisa tebak? Yaitu adalah (engingeng) Jabal Rahmah! Betul sekali! Hehe 😀 Tempat bertemunya Nabi Adam dan Ibunda Siti Hawa ini emang sukses membuat saya penasaran untuk berdoa disana agar segera dipertemukan dengan jodoh saya. Aamiin, semoga yaa, hehe 😀

100_4772

Kami tidak sempat mendaki Jabal Nur ataupun Jabal Tsur kala itu, tentunya karena keterbatasan waktu yah. Jadi yaudah, kita foto-foto aja dari jauh alakadarnya. Setelah dari sana, kita lanjut pergi menuju Arafah, dan disitu padangnya luas banget yah, Masya Allah! Dan kita pun berhenti di Jabal Rahmah. Saya dan Maya sudah pasti bakal naik ke atas, siapa tau Allah Ridho atas usaha kita dan diijabahnya segera doa kita, hehe Aamiin. Mengenai doa apa/untuk siapa yang terucap di sana, itu rahasia lah ya. Yang pasti, ingin segera dipertemukan dengan jodoh terbaik yang sudah Allah siapkan buat saya. Setelah puas berada di atas, kami pun turun, dan Alhamdulillahnya di deket bus kita ada tukang es krim.. Jajan lagi lah kita disitu, hehee.. (ini anak jajan mulu yah kerjaannya, hehee.. =9 )

100_4773

Setelah dari Jabal Rahmah, kita juga melewati Mina dan Muzdhalifah. Disitu saya langsung terbayang, ujian saat Haji sangat berat yaah. Jauhnya perjalanan, bener-bener bikin kita harus mempersiapkan stamina, mental, dan sabar sepertinya. Capeknya Umroh mungkin gak ada apa-apanya yah, hmm.. Setelah dari Mina dan Muzdhalifah, kami pun menuju Masjid Ji’ronah untuk ambil Miqat, Shalat Sunnah Ihram dan Berniat untuk Umroh yang kedua. Umroh yang kedua ini saya niatkan untuk kakek saya (dari Ibu) yang sudah lama meninggal, semoga amalannya diterima yah, Aamiin. Setelah selesai, meluncurlah kami kembali ke hotel untuk bersiap ke Masjidil Haram.

Tibanya kami dihotel, kami makan siang dulu sebelumnya sambil langsung bersiap menuju Masjidil Haram untuk melengkapkan tahapan Umroh, yakni Thawaf, Sa’I dan Tahalul. Setelah seluruh tahapan Umroh dilakukan, saya bersama teman-teman menghabiskan waktu di Masjid & sekitar Masjid (untuk jalan-jalan & belanja, hehe) sampai Isya tiba. Esoknya, kami pun tidak ada agenda khusus dari travel, sehingga ini free time untuk kami jalan-jalan di sekitar Masjid, beli barang titipan teman, mencoba makanan khas sana (waktu itu kita beli Chicken Mandi dengan porsi yang suuperr guede), dan tentunya perbanyak baca Al Quran dan amalan-amalan lain di dalam Masjid. 3 hari di Makkah berlalu dengan sangat cepat, karena tak terasa besok adalah hari terakhir kami di Makkah. Saat yang paling tidak ditunggu-tunggu, apalagi kalau bukan, saat perpisahan..

Perpisahan dengan Kota Makkah

100_4791

Pagi itu barang-barang sudah kami kemasi. Betapa berat hati ini menyadari bahwasanya hari ini adalah hari terakhir kami berada di Makkah. Muthowif kami menyampaikan bahwa kami akan melakukan thawaf Wada ba’da dhuha nanti. Mendengar itu dua perasaan berkecamuk di hati saya, antara berat untuk meninggalkan Makkah, tapi saya juga harus realistis bahwa waktu saya akan habis untuk saat ini, jadi yang bisa saya lakukan adalah menggenjot amalan-amalan di detik-detik terakhir ini. Kami pun bergegas ke Masjid. Shalat Dhuha pun telah kami tunaikan, inilah saatnya momen sedih itu, Thawaf Wada. Waktu itu rombongan kami berpencar, dan saya berempat bersama teman sekamar saya melakukan Thawaf Wada tidak bersama tim lain yang sama-sama sudah berpencar juga. Kebetulan setiap tim kecil kami Thawaf sunnah, saya di amanahkan untuk memimpin doa, begitu pula pada thawaf Wada kali ini. Satu putaran kami sudahi.. Dua.. Tiga.. Dan genaplah tujuh putaran telah kami lakukan. Terselip doa yang terucap agar saya masih diberikan umur yang panjang untuk kembali menziarahi Baitullah ini bersama orang tua.. Bersama suami dan anak-anak saya kelak suatu hari nanti.. Dengan berat, kaki ini kami langkahkan meninggalkan Ka’bah, sambil mata sudah basah dengan air mata sejak thawaf bermula tadi. Saya rekam baik-baik memori perpisahan ini dalam pikiran saya, karena lagi-lagi saya yakin bahwa saya akan merindukan momen ini suatu saat nanti. Dan saya tidak mau melupakannya. Kami pun meninggalkan Masjidil Haram dengan ikhlas.

Bus menuju bandara sudah siap di depan hotel. Tibalah saatnya kami meninggalkan kota suci Makkah Al Mukarromah ini. Bus pun berjalan meninggalkan hotel. Di sepanjang jalan, sebelum bus kami benar-benar keluar dari kota Makkah, Muthowif kami selalu membimbing kami untuk senantiasa berdzikir selalu di dalam hati. Mumpung kami masih berada di tanah haram, di kota Makkah, keutamaan 100.000x lipat pahala InShaa Allah masih ada. Muthowif kami pun akhirnya menunjuk suatu gate di depan sana yang sebentar lagi kami lewati. Ternyata gate itu adalah pemisah antara tanah haram dan tanah biasa. Haru pun kembali kami rasakan. Namun kami sadar, kami pun harus segera pulang, keluarga kami pasti menunggu dengan rindu di rumah. Perjalanan pun kami lanjutkan menuju Jeddah. Sesampainya di Jeddah, kami sempat mampir sebentar ke sebuah toko Indonesia yang terkenal itu toko “Ali Murah”.  Saya sempat membeli beberapa potong kaos untuk adik saya. Ya begitulah, ada suatu ritual saya kalau keluar negeri adalah membeli kaos khas negara tersebut untuk adik saya, dia collector nampaknya, haha.

Tak lama mampir di toko tersebut, kami pun melanjutkan perjalanan ke Masjid Terapung disamping Laut Merah sebelum ke bandara. Di Masjid itu kami sempat makan siang dan Shalat Dzuhur dan menjamak shalat Ashar disana. Seusai shalat wajib tertunai, barulah kami pergi ke bandara Jeddah yang rupanya tidak terlalu jauh dari sana. Di bandara kami sempat menunggu agak lama, sekitar 2 jam. Boarding room pun akhirnya dibuka. Kami bersiap melakukan check in dan menunggu di boarding room. Saat itu pesawat yang akan membawa kami adalah pesawat Garuda yang InShaa Allah akan terbang langsung ke Jakarta, tanpa transit di tempat lain seperti saat berangkat lalu. Pesawat kami pun tinggal landas sore itu. Di atas pesawat saya sempat memesan makanan nasi mandi dengan ikan, rasa makanan yang sangat khas tanah Arab dengan jenis berasnya yang panjang-panjang, bumbu kuning dan terdapat kismis di dalamnya, membuat saya sudah rindu, rindu sekali. Perjalanan di pesawat memakan waktu sekitar sembilan jam, yang sebagian besar waktunya saya habiskan dengan tidur, hehe. Setelah sudah cukup pegal karena duduk lumayan lama, akhirnya kami sampai juga di bandara Soekarno Hatta. Alhamdulillah, akhirnya kami sampai dengan selamat ke tanah air. Setelah mengambil bagasi, saya langsung bergegas cari taksi ke Bogor. Alhamdulillah, saat itu jalanan tidak macet, dan akhirnya saya sampai di Bogor di sambut oleh orang tua yang sudah menunggu di rumah. Saya yang saat itu sudah lelah, langsung beristirahat sejenak untuk sekadar melepas lelah. Alhamdulillah Yaa Allah, Engkau telah member kesempatan berharga ini kepadaku. Jadikanlah aku untuk selalu istiqomah di jalanMu, dan mudahkanlah aku untuk kembali ke rumahMu dan berziarah ke depan makam Rasulullah SAW bersama orang tua, adik, suami, dan anak-anakku kelak. Aamiin Yaa Rabbal Alamin. =)

Advertisements