Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum Wr Wb,

Halo teman2, udah lama banget nih saya ga ngepost notes/update blog lagi. Tapi InShaa Allah mumpung lagi libur lebaran, disempet-sempetin lah untuk nulis lagi, InShaa Allah semoga ilmunya bermanfaat yah. =)

Nah, kali ini topiknya adalah tentang ASI dan Susu Formula.

Jadi karena sekarang saya kerja di perusahaan produsen susu bayi, dan di bagian procurement nya pula (yang tukang beli-beli segala macam bahan-bahan buat bikin susu) saya mau menjabarkan dua jenis susu-susuan tersebut dari dari dua sudut pandang, sudut pandang ilmiah dan sudut pandang bisnis.

(sebelumnya ada disclaimer nih: konten-konten dibawah ini adalah bersumber dari referensi yang saya punya, jika ada pertentangan didalamnya, silakan di comment dan InShaa Allah jadi masukan bersama yah) – tulisan ini tujuannya sharing, gada menggurui/mendoktrin/promosi, kita sama-sama belajar, ok? =)

1. Sudut Pandang Ilmiah

Tahukah kamu, sebetulnya apa sih konsep utamanya Susu Formula? Tak kasih hint yah, sebetulnya konsep utamanya Susu Formula adalah berusaha semaksimal mungkin meracik susu Sapi agar bisa sedekat mungkin dengan komposisi ASI. Pada graph dibawah, bisa terlihat perbandingan komposisi ASI (breast milk) dan susu sapi.

Reference : Danone Dairy Factbook - 2012Reference : Danone Dairy Factbook – 2012

Bisa terlihat bahwa perbedaan paling signifikan terletak pada makro nutrient nya, khususnya protein. Di ASI, terkandung 9% Protein, dimana 70%nya Whey dan 30%nya Casein. Sedangkan pada susu sapi, terkandung 18% Protein, dimana 20%nya Whey dan 80%nya Casein. Perbedaan komposisi inilah yang menyebabkan kami berusaha semaksimal mungkin untuk meracik susu sapi mendekati komposisi ASI tersebut, yang dengan effort semaksimal itu tetap saja tidak benar-benar menyerupai ASI. Komposisi terdekat yang mampu di jangkau susu Formula adalah 8% Protein, dimana 60%nya Whey dan 40%nya Casein. Itu baru dari makro nutrientnya, ada hal lain yang hanya dimiliki ASI dan tidak bisa di modifikasi oleh susu formula. Apa itu? Itu adalah anti bodi dan enzim-enzim lain yang ada di dalam ASI. Kami sebagai pencari Supplier bahan baku, gak pernah ketemu sama Supplier yang bisa jual ekstraksi anti bodi & enzim-enzim yang baby food grade untuk bisa di add kedalam susu formula. Gak ada, seriusan! Jadi bagi orang-orang yang mendewakan Susu Formula karena sok modern dan menganggap Susu Formula paling OK dibanding ASI, itu SALAH BESAR! Gada yang bisa menyerupai ASI yang diciptain langsung oleh Allah SWT, yang keajaibannya bener-bener bikin saya merinding. Kalo gak percaya, silakan lakukan mini observasi dengan tanya kepada Ibu-Ibu yang sudah punya lebih dari 1 anak, dimana salah satu anaknya dikasih ASI dan yang lainnya tidak. Sudah dapat dipastikan, yang dikasih ASI jauh lebih jarang sakit-sakitan dibanding yang ga dikasih ASI. Trus apakah saya Whistle Blower karena mengungkap fakta ini? Yuk mari kita beralih ke sudut pandang bisnisnya.

2. Sudut Pandang Bisnis

Tidak ada yang perlu dikhawatirkan saat menyebarkan kebaikan, demikian pula dengan menjabarkan fakta susu formula vs ASI diatas, karena memang setiap perusahaan di Dunia yang bergerak di bidang Early Life Nutrition harus patuh terhadap WHO Code, dimana contohnya di salah satu piagam Danone dalam Green Book berbunyi : “Mendukung rekomendasi World Health Organization (WHO) di bidang kesehatan masyarakat secara global yang menghimbau pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama 6 bulan dan pengenalan makanan pendamping ASI yang aman dan tepat setelahnya”

Lalu apa implikasinya dalam bisnis? Setiap perusahaan Early Life Nutrition di Indonesia TIDAK DIPERBOLEHKAN beriklan/melakukan promosi apapun untuk produk susu dibawah 1 tahun – disingkat IFFO – Infant Formula and Folllow On (coba aja cek di iklan, pasti gada tuh iklan susu bayi 0-12 bulan – IFFO). Nah, lalu pertanyaan nya adalah, lah terus kenapa perusahaan-perusahaan pada teteup kekeuh untuk produksi IFFO Products? Alasan yang paling utama adalah karena semua orang gak punya tingkat keberuntungan yang sama. Setiap wanita mungkin saja ada yang punya keterbatasan ASI, ASI nya tidak keluar sebanyak yang diinginkan, alergi, intoleransi, dsb. Disitulah kami juga mencoba membantu untuk memberikan opsi lain berupa produk susu formula.

Alasan kedua adalah di periode 6 bulan keatas kebutuhan gizi bayi juga meningkat, dan menyusui saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi di periode tersebut. Oleh karenanya anak harus sudah mulai di perkenalkan dengan MPASI (makanan pengganti asi) dan disitulah kompetisi susu formula yang sesungguhnya. Dimana masing-masing brand saling mengclaim keunggulan, ya pake FOS GOS, pake fibers, pake grains, pake probiotik, dll. Tapi yang utama sih, Ibu yang cerdas adalah ibu benar-benar tau apa kebutuhan anaknya.

Oia, ada 1 hal lagi yang harus diingat baik-baik oleh setiap wanita di Indonesia, yaitu tentang awareness terhadap 1000 First Days. Apa itu? Ini adalah summary singkat tentang betapa pentingnya memperhatikan asupan yang seorang wanita konsumsi mulai dari saat mempersiapkan kehamilan, hamil, menyusui, hingga anak berumur min. 2 tahun. Karena treatment Ibu di masa emas tersebutlah yang akan memberikan konsekuensi jangka panjang terhadap kesehatan sang anak di masa depan. (lebih lengkapnya saya punya album khusus tentang “1000 Hari Pertama Kehidupan” di halaman photo FB saya)

Reference : 1000 Hari Pertama Kehidupan - Danone Early Life Nutrition 2015Reference : 1000 Hari Pertama Kehidupan – Danone Early Life Nutrition 2015

Demikian yah, semoga bermanfaat. Mohon maaf jika ada kekurangan. =)

Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Al-Baqarah: 233).

Advertisements